Perusahaan utilitas Malaysia, Tenaga Nasional Berhad (TNB) akan memfasilitasi penyaluran listrik dari Laos ke Singapura. Kontrak tersebut memiliki durasi aktif selama 2 tahun.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (15/1), kesepakatan tersebut merupakan perluasan dari proyek interkoneksi listrik lintas negara yang sudah berjalan.
Hal ini juga menjadi skema tahap kedua dari proyek Laos-Thailand-Malaysia-Singapore Power Integration Project (LTMS-PIP). Dalam skema tersebut, perusahaan listrik milik negara Laos yakni Electricite du Laos akan membayar TNB atas jasa transmisi atau penyaluran listrik.
Selain pasokan listrik dari Laos, pada 2024 lalu juga terdapat perjanjian di bawah LTMS-PIP yang ditandatangani terkait penyaluran tambahan pasokan listrik dari Malaysia ke Singapura.
Dengan infrastruktur yang ada, listrik sebesar 30 hingga 100 megawatt (MW) akan disalurkan dari Laos ke Singapura. Adapun Laos memang kerap dijuluki sebagai ‘baterai Asia Tenggara’ sementara Singapura memang memiliki keterbatasan sumber daya energi domestik.
Sejak lama, negara-negara Asia Tenggara memang sudah memiliki visi untuk membentuk supergrid atau jaringan transmisi listrik skala sangat besar di regional. Jika supergrid tersebut terbangun, perdagangan listrik lintas negara dimungkinkan bisa terjadi antar negara-negara anggota ASEAN.
Namun, realisasi visi tersebut memang berjalan lambat. Hal ini karena masih terdapat berbagai tantangan terkait regulasi, teknis, serta pembiayaan di antara 11 negara anggota ASEAN.




