Sepekan Pelayaran ke Bawean Lumpuh, Penumpang Tertahan hingga Sembako Menipis

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Gresik: Aktivitas pelayaran dari dan menuju Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, lumpuh total hampir sepekan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Sejak Jumat, 9 Januari 2026 hingga Kamis, 15 Januari 2026, seluruh layanan kapal, baik Kapal Cepat maupun kapal ferry Gili Iyang, tidak beroperasi.

Penundaan ini membuat ratusan calon penumpang tertahan di daratan Gresik maupun di Pulau Bawean. Gelombang tinggi diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga Selasa, 20 Januari 2026.

“Ini habis antar saudara operasi di RSUD Ibnu Sina Gresik, mau kembali ke Bawean tidak ada kapal,” ujar Salah satu calon penumpang, Zainiyah, Kamis, 15 Januari 2026.


Aktivitas pelayaran dari dan menuju Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. (Metrotvnews.com/Solikhul Huda)

Perempuan asal Kecamatan Tambak itu kini tinggal sementara di rumah singgah Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), tempat penampungan warga Bawean yang berobat ke daratan. Dia mengaku harus mengeluarkan ongkos ekstra selama tinggal di Gresik.

"Semoga nanti ada kapal bantuan atau kapal yang beroperasi agar bisa meringankan beban warga yang tertahan di daratan Gresik. Kalau harus ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, saya siap yang penting bisa pulang,” jelas dia.

Kepala BMKG Bawean, Usman Kholid, menjelaskan kondisi gelombang di perairan Bawean, khususnya bagian selatan, masih berbahaya bagi pelayaran. Dia mengungkap, perairan Bawean bagian selatan yang merupakan jalur kapal Express Bahari, Gili Iyang, hingga LCT, berpotensi terjadi gelombang tinggi 2,5 meter hingga 16  Januari 2026.

“Prediksi cuaca kami update setiap hari. Harapannya ke depan bisa lebih kondusif, tapi sementara ini hasil BMKG masih menunjukkan gelombang tinggi,” jelas dia.

Baca Juga :

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Batang Diimbau Berhenti Melaut Hingga Februari
Menurut Usman, tingginya gelombang dipengaruhi menguatnya Monsun Asia serta keberadaan awan Cumulonimbus (CB) yang meningkatkan kecepatan angin. 

“Perairan Bawean berbeda dengan Gresik. Gresik relatif terlindung, sementara Bawean langsung berhadapan dengan laut bebas. Walaupun dari darat tampak tenang, di tengah laut gelombangnya bisa sangat tinggi,” ungkap dia.

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak memperkirakan tinggi gelombang di Perairan Bawean berkisar 1,25–2,5 meter dengan kecepatan angin 16–22 knot dan hembusan maksimum hingga 35 knot. BMKG mengimbau nelayan tidak memaksakan diri melaut serta meminta operator kapal mematuhi arahan otoritas pelabuhan. Pasokan Sembako Mulai Terganggu Terhentinya pelayaran berdampak langsung pada ketersediaan bahan pokok di Bawean. Hasil inspeksi mendadak Tim Kecamatan Sangkapura di Pasar Desa Kotakusuma menunjukkan stok sayur-mayur menipis.

Harga telur ayam naik dari Rp32 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, sementara harga daging ayam melonjak dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Penundaan pelayaran diberlakukan sejak 10 Januari 2026 berdasarkan Pengumuman Nomor AL.820/1/10/UPP.Bwn/2026 yang dikeluarkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Bawean menyusul peringatan cuaca buruk dari BMKG.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bonjowi Desak Komisi Informasi Panggil Jokowi dan Pratikno
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Skandal Pajak Awal 2026, KPK Sasar Kantor Pusat DJP
• 22 jam lalufajar.co.id
thumb
Aktivis Laras Faizati Dinyatakan Bebas Bersyarat: Divonis 6 Bulan Tanpa Ditahan
• 44 menit lalubeautynesia.id
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Jatim Berawan Tebal dan Berpeluang Hujan Petir hingga Malam Hari
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Lakukan Kekerasan Terhadap Polisi Saat Demo Agustus 2025, 21 Terdakwa Dituntut 10 Bulan Penjara
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.