PEMALANG, KOMPAS.TV - Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin menyatakan proses evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali (18), pendaki yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet, sempat terkendala cuaca buruk.
Jenazah Syafiq ditemukan di Pos 7 lereng Gunung Slamet, tepatnya di area Batu Langgar. Agus menyebut jenazah Syafiq ditemukan di pos tertinggi sehingga evakuasi memakan waktu.
"Syafiq Ridhan Ali ditemukan di Pos 7 atau di pos paling tinggi sehingga perlu waktu untuk proses evakuasi," kata Agus Ikmaludin di Pemalang, Rabu (14/1/2026), dikutip Antara.
Baca Juga: Relawan Temukan Dompet hingga Hp saat Cari Pendaki Syafiq Ridhan Ali yang Hilang di Gunung Slamet
Agus menyatakan, setelah menemukan jenazah pendaki, pihaknya segera menyiapkan ambulans dan perlengkapannya serta berkoordinasi untuk penanganan medis dengan petugas Dinas Kesehatan setempat.
Syafiq Ridhan Ali ditemukan meninggal setelah hilang selama 17 hari di Gunung Slamet. Syafiq sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, pada 27 Desember.
Himawan ditemukan tim SAR dalam kondisi selamat pada 30 Desember 2025. Sedangkan Syafiq baru ditemukan pada Rabu (14/12).
Hingga Kamis (15/1), evakuasi jenzah Syafiq Ridhan dilaporkan masih berlangsung. Petugas mengubah jalur evakuasi karena kondisi cuaca dan jarak tempuh.
Evakuasi yang semula direncanakan melalui Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang, dialihkan melalui jalur Gunung Malang di Purbalingga, Jawa Tengah.
Baca Juga: Evakuasi Syafiq Ridhan Ali Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet Dilanjutkan Hari Ini
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- syafiq ridhan ali
- pendaki meninggal
- evakuasi pendaki gunung slamet
- gunung slamet
- evakuasi pendaki




