Dulu jadi pejuang keadilan di layar kaca, kini jadi kriminal di dunia nyata. Kalimat ini menggambarkan kisah Yasutomo Ihara, seorang aktor yang dipenjara karena melakukan aksi perampokan berantai.
Yasutomo Ihara merupakan pemeran pengganti alias stuntman untuk serial Super Sentai, waralaba legendaris yang kemudian diadaptasi menjadi Power Rangers. Pada serial itu, Ihara menggantikan peran ranger hijau untuk adegan aksi ekstrem.
Sayangnya, keahlian fisik Ihara justru dimanfaatkan untuk kejahatan di dunia nyata. Yasutomo Ihara dipenjara usai melakukan aksi pencurian berantai dengan membobol sebanyak 43 rumah.
Perubahan Ihara dari figur pahlawan menjadi kriminal jelas mengejutkan para penggemar. Ihara dikenal lewat aksi-aksi ekstrem yang dilakukan di balik kostum ranger hijau.
Tak hanya itu, Yasutomo Ihara sebenarnya punya karier yang cukup cemerlang sebagai stuntman. Ia terlibat dalam sejumlah proyek besar seperti Tensou Sentai Goseiger dan Kamen Rider OOO.
Peran Ihara sebagai stuntman menjadi tulang punggung kesuksesan deretan serial pahlawan super tersebut, meski kerap luput dari sorotan publik.
Karier Ihara sebagai stuntman terpaksa berhenti saat ia mengalami cedera lutut pada tahun 2009. Hal ini membuat keuangan aktor itu memburuk, ditambah dengan kesempatan kerja yang semakin sedikit.
Ihara akhirnya nekat melakukan aksi pencurian ke 43 rumah di Saitama, Jepang. Polisi setempat melaporkan bahwa Ihara menggunakan keahliannya sebagai stuntman untuk melakukan aksi tersebut. Ia memanjat tiang hingga melompati pagar rumah target saat mencuri.
Aksi pencurian tak biasa yang dilakukan Yasutomo Ihara membuat pria yang kini berusia 43 tahun itu mendapatkan julukan sebagai Pencuri Manusia Laba-laba. Ia dilaporkan melakukan aksi pencurian lewat jendela lantai dua rumah sasarannya.
Yasutomo Ihara baru berhasil ditangkap polisi pada tahun 2014. Ia didakwa mencuri uang tunai dan barang berharga senilai lebih dari 8 juta Yen. Pada tahun 2020, pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepadanya.
Terungkap bahwa motif Yasutomo Ihara melakukan pencurian adalah karena ia membutuhkan biaya untuk mendaftar ke sekolah akting profesional, dengan harapan ia bisa kembali meniti karier di industri hiburan.
Sayangnya, ambisi Ihara untuk bangkit dari keterpurukan justru dilakukan dengan cara yang salah dan menyeretnya ke balik jeruji besi.



