JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Partai Buruh Said Iqbal meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan subsidi upah Rp200.000 jika tidak mengabulkan tuntutan buruh besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp5,89 Juta.
“Jadi ya, kalauu sebagai Gubernur (Jakarta) tidak mau pabrik tutup dan juga buruh, karyawan, pekerja, orang-orang yang kerja di gedung-gedung bertingkat ini juga nggak susah, subsidi upah dong,” ujar Said, saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR Jakarta sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV, Nandha Aprilianti, Kamis (15/1/2026)
Baca Juga: Mahfud soal Nadiem Ngaku Tak Dapat Sepeser pun: Itu Statement Kurang Benar, Harus Diuji Kebenarannya
“Berapa? Rp200 ribu. Selama berapa? Satu tahun. Di Brasilia, Sao Paulo, di Brasil itu juga dilakukan oleh wali kotanya. Di Sydney, itu juga Wali Kota Sydney melakukan subsidi upah.”
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menyampaikan bahwa negosiasi UMP sudah dilakukan berkali-kali di Dewan Pengupahan bersama pengusaha dengan para buruh.
Di samping itu, katanya, pembahasan perihal UMP juga dilakukan secara transparan dan diputuskan berdasarkan kesepakatan antara buruh hingga pengusaha. Bahkan, kenaikan UMP Provinsi Jakarta cukup tinggi.
“Kita menggunakan alfa-nya 0,75. Sehingga UMP Jakarta sekarang ini Rp5,7 juta lebih,” kata Pramono.
Baca Juga: Mahfud Minta Pandji Ketawa Menyikapi Pelaporan: Kalau sampai Dihukum, Itu Tragedi
Di samping itu, Pramono mengatakan, ada juga insentif yang diberikan kepada para buruh yakni transportasi, BPJS Kesehatan, hingga PAM Jaya.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- said iqbal
- ketua buruh said iqbal
- demo buruh
- subsidi buruh
- pemprov dki
- ump jakarta


