Grid.ID - Perceraian Virgoun dan Inara Rusli rupanya menyisakan luka mendalam bagi anak-anaknya ditambah dengan drama yang belum lama ini terjadi. Hal itu diungkap langsung oleh sang ibu, Eva Manurung, yang mengaku menyaksikan sendiri dampak psikologis serius yang dialami cucu-cucunya usai kedua orang tua mereka berpisah.
Eva menyebut perceraian bukan hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga meninggalkan jejak emosional yang dalam bagi anak-anak. Ia mengaku melihat sendiri perubahan sikap cucu-cucunya setelah peristiwa tersebut.
Sebagai seorang nenek, Eva mengaku hatinya hancur melihat kondisi psikologis anak-anak yang harus menghadapi situasi rumit di usia yang masih sangat belia.
“Yang paling saya kasihan itu anak-anaknya, mereka yang paling kena dampaknya,” ujar Eva dikutip Grid.ID melalui tayangan Youtube Melaney Ricardo, Selasa (13/01/2026).
Eva mengatakan cucu-cucunya sempat menunjukkan perubahan perilaku, mulai dari menjadi lebih pendiam hingga mudah merasa cemas. Hal itu membuatnya semakin prihatin.
Menurut Eva, anak-anak sering kali tidak memahami sepenuhnya alasan perceraian, namun harus menanggung konsekuensi emosional yang besar.
“Mereka bingung, kenapa ayah sama ibu nggak bareng lagi,” kata Eva.
Eva menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari kedua orang tua. Ia berharap Virgoun dan mantan istrinya tetap mengutamakan kepentingan anak-anak di atas segalanya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang sehat agar anak-anak tidak merasa ditinggalkan atau disalahkan atas perpisahan tersebut.
“Anak itu jangan sampai merasa ini semua salah mereka,” ucap Eva.
Lebih lanjut, Eva mengaku sering menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya untuk memberi rasa aman. Ia berusaha menjadi tempat mereka bercerita dan menenangkan perasaan.
Baca Juga: Eva Manurung Sebut Dewi Perssik Calon Menantu Ideal, untuk Jadi Istri Virgoun, Singgung Kriteria Ibu Idaman
Eva mengatakan peran keluarga besar sangat penting dalam masa-masa sulit seperti ini. Kehadiran orang terdekat diharapkan bisa membantu proses pemulihan mental anak.
Tak hanya itu, Eva juga menyinggung tekanan dari luar, termasuk komentar publik dan netizen, yang secara tidak langsung bisa mempengaruhi kondisi psikologis anak-anak.
“Kalau orang dewasa saja bisa sakit hati, apalagi anak-anak,” tuturnya.
Eva berharap masyarakat lebih bijak dalam berkomentar soal konflik keluarga publik figur. Ia meminta agar anak-anak tidak dijadikan sasaran empati yang keliru.
Menurut Eva, proses penyembuhan luka batin anak membutuhkan waktu panjang dan kesabaran dari semua pihak yang terlibat.
“Luka anak itu nggak kelihatan, tapi dalam,” kata Eva menegaskan.
Hingga kini, Eva mengaku terus mendoakan yang terbaik untuk cucu-cucunya. Ia berharap mereka bisa tumbuh dengan bahagia meski orang tua mereka tidak lagi bersama.
Di tengah polemik yang masih bergulir, Eva menutup pernyataannya dengan harapan agar kedamaian dan kesehatan mental anak-anak tetap menjadi prioritas utama.(*)
Artikel Asli



