JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 untuk tidak sekadar menjalankan tugas teknis, tetapi menjaga amanah spiritual jemaah.
Di hadapan 1.658 peserta diklat, Wamenhaj menekankan bahwa setiap keringat petugas haji adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan luar biasa jemaah haji Indonesia.
Hal itu disampaikan Dahnil saat memimpin apel malam dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam.
BACA JUGA:Pantau Diklat PPIH 2026 di Pondok Gede, Dirjen Bina Haji Pastikan Layanan Terbaik untuk Jemaah: Delivered Services!
Suasana apel berlangsung penuh optimisme dengan ditandai riuh yel-yel dari masing-masing kompi petugas haji yang mengikuti Diklat.
Dalam sambutannya, Dahnil mengisahkan sosok Pak Tabrani, seorang jemaah yang harus menjual rumah dan sawahnya demi bisa berangkat ke Tanah Suci.
Setelah menabung selama 25 tahun, Pak Tabrani bahkan harus kembali menjual rumah tempat tinggalnya demi melunasi sisa biaya haji pada tahun 2025.
"Kawan-kawan sekalian, harapan dan mimpi orang-orang seperti Pak Tabranilah yang akan Anda layani. Semangat spiritual mereka harus Anda jaga," ujar Dahnil dengan nada bergetar.
Dahnil menegaskan bahwa PPIH mengemban tiga amanah sekaligus. Pertama adalah amanah dari Allah SWT karena melayani tamu-tamu-Nya.
BACA JUGA:Menhaj Ingatkan Petugas Haji Adalah Representasi Negara, Prioritaskan Jemaah
Kedua, amanah dari jemaah yang telah berkorban segalanya.
Ketiga, amanah dari negara yang bertanggung jawab memfasilitasi warga negaranya beribadah dengan aman.
Terkait penerapan kedisiplinan ala militer dalam diklat tahun ini, Dahnil menepis anggapan miring.
Menurutnya, pola ini justru bertujuan untuk membangun kebersamaan dan mengubur "ego keakuan" di antara petugas yang memiliki latar belakang beragam, mulai dari dokter, dosen, TNI-Polri, ASN, ormas keagamaan hingga jurnalis.
"Ini adalah upaya untuk memunculkan semangat 'kita'. Seperti yang dilakukan Presiden Prabowo di Akmil Magelang, tujuannya agar semua menyatu sebagai satu identitas: Petugas Haji Indonesia," tegasnya.
- 1
- 2
- »





