Jakarta, IDN Times – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memimpin apel malam peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026, Kamis (15/1/2026).
Malam itu terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Isra Mikra, momen yang dimaknai sebagai refleksi spiritual mendalam bagi para calon pelayan tamu Allah.
Dalam pidatonya, Dahnil menegaskan bahwa para peserta diklat bukan sekadar petugas biasa, melainkan pemegang mandat yang berat. Ia menjabarkan "Tiga Amanah" yang diemban oleh setiap petugas haji.
"Anda mengemban tiga amanah. Pertama, amanah dari Allah SWT karena Anda melayani tamu-tamu-Nya. Kedua, amanah dari jemaah haji yang berjuang menabung puluhan tahun. Dan ketiga, amanah dari negara yang bertanggung jawab melindungi warganya," ujar Dahnil di hadapan 1.600an peserta di Asrama Haji Pondok Gede.
Dahnil secara khusus meminta peserta untuk merefleksikan makna Isra Mikraj—perjalanan horizontal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan perjalanan vertikal menuju Sidratul Muntaha—sebagai simbol keseimbangan antara kesalehan sosial (melayani jemaah) dan kesalehan spiritual (ibadah kepada Allah).
"Malam ini bukan sekadar apel penutup hari. Ini momentum Isra Mikraj. Ada simbolisasi horizontal perjuangan saudara kita di Palestina, dan simbolisasi vertikal perintah salat. Petugas haji harus memiliki semangat spiritual itu," tegasnya.
Ia berharap, refleksi ini mampu mengubur ego sektoral dan jabatan yang mungkin masih melekat pada diri peserta. Di mata Dahnil, seragam petugas haji meleburkan semua perbedaan status sosial menjadi satu identitas: keluarga besar pelayan tamu Allah.



