JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak sembilan perjalanan kereta api (KA) tujuan Jakarta mengalami keterlambatan pada Jumat (16/1/2026) akibat banjir yang merendam sejumlah titik rel di jalur Semarang-Kendal dan sekitarnya.
Sembilan KA tersebut yakni, KA no 37 Brawijaya, KA no 31 Pandangan, KA no 3 Argo Anggrek, KA no 19 Argo Sindoro, KA no 41 Sembrani, KA no 177 Menoreh, KA no 145 Blambangan ekspres, KA no 253 Kertajaya, dan KA no 165 Dharmawangsa.
Baca juga: Banjir Surut, Jalur KA Kaliwungu–Kalibodri Kembali Dilalui dengan Kecepatan Terbatas
"Hingga pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak sembilan perjalanan kereta api mengalami keterlambatan kedatangan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir," ujar Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Rentang keterlambatan terjadi antara 120 menit hingga 280 menit.
Baca juga: Foto Pramugari Gadungan Viral Masuk Garuda Indonesia Ternyata Rekayasa AI
"Keterlambatan tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Jalur Semarang Kendal dan sekitarnya, yang mengakibatkan beberapa titik jalur rel terendam air," jelas Franoto.
Untuk menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan, KAI melakukan penyesuaian operasional pada lintas yang terdampak.
Termasuk melakukan pembatasan kecepatan dan pengaturan pola perjalanan kereta api.
Di sisi lain, keterlambatan kedatangan juga berdampak pada jadwal keberangkatan kereta api selanjutnya.
"Sebab rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana dan aspek keselamatan," tutur Franoto.
Ia bilang, dari sembilan perjalanan tersebut, lima kereta api kini sudah dapat diberangkatkan tepat waktu.
Sementara itu, empat perjalanan KA lainnya, masing-masing untuk KA Parahyangan, KA Sembrani, KA Tawang Jaya, dan KA Argo Bromo Anggrek masih mengalami keterlambatan keberangkatan.
Koordinasi dengan BMKGDalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat ini, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini.
"Informasi tersebut menjadi dasar dalam upaya antisipasi, baik dari sisi kesiapan prasarana perkeretaapian maupun peningkatan pelayanan kepada pelanggan, sehingga dampak gangguan dapat diminimalisasi," ungkap Franoto.
Bagi pelanggan yang kereta apinya mengalami keterlambatan akibat kondisi banjir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, KAI memberikan opsi pembatalan tiket dengan pengembalian dana 100 persen.
Pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI hingga dua jam sebelum jadwal keberangkatan, atau secara langsung di loket layanan stasiun hingga H+3 setelah jadwal keberangkatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan. KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat,” tutup Franoto.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



