Keluar dari Zona Nyaman, Miqdad Addausy Ambil Peran Redflag di Sinetron Terbarunya

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Produser ternama Manoj Punjabi kembali memberikan bocoran menarik terkait karakter-karakter kuat dalam proyek terbaru MD Entertainment. Meski enggan mengungkap terlalu jauh, Manoj menegaskan bahwa pemilihan karakter dan pemain selalu dilakukan dengan pertimbangan matang, terutama demi menghadirkan sosok yang tidak hitam-putih.

Menurut Manoj, setiap karakter yang dihadirkan selalu berangkat dari kebutuhan cerita yang tertuang di dalam skrip. Dari sanalah tim MD menentukan siapa tokoh tersebut, bagaimana sifatnya, dan pendekatan akting seperti apa yang dibutuhkan.

“Karakter ini siapa, apa yang dibutuhkan? Itu saya kan dari skrip tahu karakternya harus kayak apa,” ujar Manoj Punjabi di kantor MD Pictures di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam satu cerita, karakter bisa saja terlihat baik di permukaan, namun menyimpan sisi lain yang jauh lebih kompleks. Bahkan, kebaikan itu bisa dibungkus dengan cara yang manipulatif, terutama jika tokohnya adalah seorang politikus atau figur berpengaruh.

“Misalnya, dia baik tapi politikus, atau dia cara baiknya manipulasi, bukannya harus stereotip yang bukan stereotip,” lanjutnya.

Lebih jauh, Manoj menegaskan bahwa kekuatan cerita juga ditentukan oleh pemilihan ensemble cast yang tepat. Baginya, kualitas para pemain menjadi elemen krusial untuk menghadirkan visual dan nuansa cerita yang lebih sinematik.

“Ensemble-nya juga cast-nya yang harus top-top yang ada di sini. Look-nya jadi lebih ada look filmnya, bukan ada series-nya dapat, bukan hanya sinetron loh,” ungkap Manoj.

Ia menambahkan bahwa MD Entertainment selalu berusaha tampil berani dan berbeda, terutama dalam membangun tampilan visual. Hal tersebut menjadi salah satu unique selling point yang terus dijaga.

“Itu yang dari MD selalu mau bikin look-nya agak beda, agak berani, agak beda jadi unique selling point dari kita. Sangat penting cast-nya,” tegasnya.

Manoj juga menyinggung soal stigma wajah antagonis yang selama ini melekat di dunia hiburan. Menurutnya, orang jahat tidak selalu harus ditampilkan dengan wajah yang terlihat jahat.

“Kadang orang jahat mukanya nggak harus muka jahat, muka antagonis,” katanya.

 

Bahkan, Manoj menilai karakter dengan wajah polos dan terlihat baik justru bisa menjadi lebih “menyeramkan” ketika ternyata memiliki sisi gelap.

“Malah jadi balik lagi, kok jahat mukanya harus jahat? Karena kadang muka baik tuh dia bisa lebih jahat,” ucap Manoj.

Konsep inilah yang disebut Manoj sebagai karakter abu-abu atau grey character, di mana batas antara baik dan jahat menjadi kabur. Justru, transformasi dari tokoh baik menjadi jahat dinilai memiliki daya ledak emosional yang lebih kuat.

“Itu yang ada, jadi itu penting, lebih grey karakternya. Hitam putihnya grey. Tapi kalau orang baik jadi jahat itu kan kita lebih, apa ya, lebih nendang gitu,” jelasnya.

Manoj pun menutup penjelasannya dengan candaan, mengaku takut terlalu banyak berbicara karena bisa membuka rahasia cerita.

“Itu saja deh, saya takut kebanyakan ngomong, nanti makin terbuka nih. Muka baik nggak bisa ketebak, saya balik lagi, saya kasih tebakan saja,” pungkasnya.

Sementara itu, aktor Miqdad Addausy turut memberikan pandangannya terkait alasan ia menerima peran Firzha. Ia mengaku penjelasan Manoj sebenarnya sudah cukup menggambarkan kompleksitas karakter tersebut.

“Oke, sebenarnya sudah terjawab sama Pak Manoj,” kata Miqdad.

Namun, Miqdad menambahkan bahwa keputusannya mengambil peran Firzha juga didorong oleh keinginannya untuk keluar dari zona nyaman. Baginya, terus berada di area yang sama justru bisa menghambat perkembangan sebagai aktor.

“Di dunia seni peran ini kayaknya kalau kita terus-terusan ada di comfort zone tuh kita nggak akan growth,” ungkapnya.

 

Ia menyebut karakter Firzha sebagai sosok yang menantang karena memiliki eskalasi emosi yang sangat dinamis. Perubahan perasaan yang naik-turun menjadi tantangan tersendiri yang membuatnya tertarik.

“Di sini tuh dapat banget semua yang apa, eskalasi emosi dari tokoh Firzha ini luar biasa dinamis gitu ya. Kayak naik turun,” jelas Miqdad.

Menariknya, Firzha digambarkan sebagai karakter yang awalnya tampak seperti sosok “green flag”. Namun, di balik itu semua, tersimpan dendam besar yang perlahan mengubah dirinya.

“Firzha ini juga awalnya sebenarnya kelihatannya kayak green flag, tapi dia memang aslinya sebenarnya punya dendam yang sangat besar pada seseorang sehingga merubah dia,” paparnya.

Faktor keinginan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman baru akhirnya membuat Miqdad mantap menerima proyek tersebut.

“Dan akhirnya juga memutuskan aku mengambil proyek ini karena ya itu, aku pengen belajar, pengen mendapat sesuatu yang baru,” tuturnya.

Menutup sesi tersebut, Miqdad pun menyatakan kesiapannya untuk menampilkan sisi sinis dari karakter Firzha, sesuai dengan arahan cerita.

“Siap, insya Allah,” ujarnya singkat namun mantap.

Serial ini memotret fenomena sandwich generation bukan hanya sebagai angka di atas kertas beban finansial, melainkan luka batin yang mendalam. Konflik memuncak saat Firzha dan Thoriq merespons musibah ayah mereka dengan cara berbeda, menciptakan percikan ego yang mengancam keutuhan keluarga.

Di sisi lain, ada Zahra, anak yang tumbuh besar bersama mereka tanpa ikatan darah, justru memberi sudut pandang baru tentang arti kesetiaan: Apakah darah lebih kental daripada pengabdian?

Lewat "Keluarga Yang Tak Dirindukan" yang akan segera hadir di layar kaca, MDTV tidak hanya menyuguhkan cerita biasa, tapi juga memberikan gambaran jujur tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan cara kita menghargai orang-orang terdekat. Tak hanya Kiki Narendra, serial ini akan dibintangi oleh Arbani Yasiz, Miqdad Addausy, Nabila Zavira, Irene Librawati, dan masih banyak lagi. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Puluhan PPPK Pemkot Makassar Diduga Maladministrasi, Bisa Diberhentikan?
• 20 jam lalufajar.co.id
thumb
Pergeseran Persepsi Publik dan Arah Politik Luar Negeri AS
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Jhon Sitorus: PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Dukung Pangan tapi Tolak Pilkada DPRD
• 5 jam lalufajar.co.id
thumb
Video: Machado Serahkan Medali Nobel Perdamaiannya kepada Trump
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.