GenPI.co - Studi menunjukkan bahwa mendengarkan sesi hipnosis bisa mengurangi keparahan dan frekuensi sensasi panas (hot flashes) yang dialami wanita menopause.
Dilansir PA Media, Kamis (15/1), penelitian ini menemukan bahwa hipnosis rekaman selama 20 menit per hari mampu meredakan gejala seperti perasaan hangat tiba-tiba, berkeringat, dan jantung berdebar.
Peserta akan dibimbing untuk masuk ke keadaan hipnotis dan membayangkan diri mereka merasa sejuk.
Dalam artikel yang diterbitkan di JAMA Network Open, para peneliti dari Universitas Baylor di Texas menyebut metode ini memiliki signifikansi klinis.
Peneliti menyimpulkan bahwa hipnosis klinis terbukti sebagai intervensi efektif untuk hot flashes dan meningkatkan kualitas hidup peserta.
Dalam uji coba terkontrol acak, 250 wanita menopause yang mengalami minimal empat hot flashes per hari dibagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama diminta mendengarkan rekaman hipnosis selama 20 menit setiap hari selama enam minggu.
Sesi ini memadukan teknik relaksasi dengan visualisasi mental tentang perasaan sejuk.
Kelompok kedua bertindak sebagai kontrol, mendengarkan rekaman white noise yang disamarkan sebagai hipnosis.
Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang mendengarkan hipnosis asli mengalami penurunan skor hot flashes dan gangguan harian akibat sensasi panas secara signifikan.
Skor rata-rata hot flashes pada kelompok hipnosis turun dari 88,7 menjadi 41,3 (53,4%), sedangkan kelompok kontrol hanya turun dari 94,6 menjadi 55,9 (40,9%).
Selain itu, peserta dalam kelompok hipnosis asli juga melaporkan pengurangan lebih besar dalam gangguan yang ditimbulkan hot flashes terhadap kehidupan sehari-hari.
Mereka merasakan manfaat yang lebih nyata dari teknik yang digunakan.
Para peneliti mengatakan hipnosis merupakan pilihan yang aman dan efektif membantu wanita menopause mengatasi hot flashes. (*)
Simak video berikut ini:





