Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Tokyo
Puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Jepang hadir langsung di Komazawa Olympic Park General Sports Ground, Tokyo, untuk memberikan dukungan kepada Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia pada laga perdana International Challenge Cup (ICC) 2026 melawan tuan rumah Jepang, Jumat, 16 Januari 2026.
Kehadiran WNI di stadion menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia yang menjalani pertandingan pembuka di turnamen internasional tersebut.
Dukungan juga datang dari Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung beserta jajaran KBRI Tokyo yang turut menyaksikan langsung jalannya pertandingan.
Sebelum laga dimulai, Maria Renata Hutagalung yang didampingi Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula mendatangi ruang ganti pemain untuk memberikan motivasi secara langsung.
“Semoga teman-teman tetap dalam kondisi prima. Bermainlah dengan baik. Tentu harapan menang dalam setiap laga, tetapi yang paling penting adalah tetap menjaga nama baik Indonesia. Bermain dengan mengikuti semua aturan yang ada," kata Maria dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 16 Januari 2026.
"KBRI Tokyo dan warga Indonesia yang tinggal di Tokyo dan sekitarnya siap memberi dukungan dengan hadir menyaksikan langsung permainan teman-teman di stadion. Doa dari seluruh masyarakat Indonesia di tanah air juga senantiasa mengiringi perjuangan keras teman-teman membawa harum nama bangsa,” ujar Maria menambahkan.
Apresiasi atas partisipasi Indonesia dalam ICC 2026 juga disampaikan Chairman Japan Amputee Football Association (JAFA) Shinpei Takeda kepada pihak KBRI Tokyo. Ia menilai kehadiran Indonesia memperkuat atmosfer kompetisi dan kerja sama olahraga antarnegara.
Pada pertandingan pembuka tersebut, Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 0-3. B
Babak pertama berlangsung ketat dengan jual beli serangan dan berakhir tanpa gol. Jepang baru mampu mencetak tiga gol pada babak kedua, salah satunya melalui titik penalti.
Meski hasil pertandingan belum berpihak kepada Indonesia, dukungan dari WNI di Jepang tetap mengalir hingga laga berakhir. Pelatih Kepala Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Syahrul Ase menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut.
“Untuk Tim Indonesia sendiri, kami akui karena pengaruh stamina yang di bawah rata-rata pemain Jepang, akhirnya fokus dan konsentrasi pemain berkurang dan kami kebobolan tiga gol di babak kedua,” kata Syahrul.
Ia menegaskan tim akan melakukan evaluasi untuk laga berikutnya. Melawan Polandia, ia menegaskan akan mencoba memakai strategi dan formasi yang berbeda. Sebisa mungkin mencuri kesempatan agar bisa menciptakan gol ke gawang Polandia.
"Yang jelas, kami akan tetap semangat dan selalu berjuang untuk meraih kemenangan. Terima kasih banyak atas dukungan dari WNI di Jepang dan KBRI Tokyo yang sudah memberikan dukungan langsung kepada Timnas Amputasi. Mohon maaf sebesar-besarnya karena belum bisa memberikan yang terbaik pada laga melawan Jepang,” ucap Syahrul.
Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia selanjutnya dijadwalkan menghadapi Polandia pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan Spanyol pada Minggu, 18 Januari 2026, dalam lanjutan ICC 2026 Tokyo.
Editor: Redaktur TVRINews




