REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebuah video yang memperlihatkan seekor kuda penarik andong tiba-tiba tumbang di tengah keramaian wisata viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet. Momen tumbangnya kuda andong di jalan masuk kawasan Malioboro itu terekam kamera warga dan dengan cepat viral usai diunggah akun Instagram @folkjog.
Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kuda kelelahan, di tengah padatnya aktivitas wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});"Seekor kuda penarik andong ambruk di kawasan Malioboro, Yogyakarta, yang diduga disebabkan kelelahan setelah beraktivitas selama libur Natal dan Tahun Baru. Kejadian ini pun menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan kuda andong, khususnya saat lonjakan aktivitas wisata di musim liburan. Semoga semuanya aman," tulis keterangan pada unggahan tersebut, dilihat Republika Jumat (2/1/2026).
Banyak pengguna media sosial menyampaikan keprihatinannya, mengingat momen libur Nataru membuat Malioboro nyaris tak pernah sepi dari wisatawan. Kepadatan pengunjung itu turut berdampak pada meningkatnya beban kerja kuda penarik andong. Banyak wisatawan yang ingin berkeliling dan menikmati suasana kawasan Malioboro menggunakan berbagai moda transportasi tradisional, termasuk andong.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Hal ini membuat kuda penarik andong harus bekerja lebih lama dari hari biasa untuk melayani permintaan wisatawan yang ingin berkeliling kawasan Malioboro dan sekitarnya. Kondisi ini diduga menjadi pemicu kelelahan yang dialami kuda dalam video viral tersebut.
Di kolom komentar, warganet ramai menyoroti aspek kesejahteraan hewan. Banyak yang meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap jam kerja kuda andong, terutama di saat lonjakan wisata seperti libur Nataru. Tidak sedikit pula yang mendesak agar pihak terkait segera turun tangan dan memastikan kondisi kesehatan hewan pekerja.
"Kuda bukan mesin, jadi harus diperhatikan jgn cuma ngejar uang, kudanya suruh kerja keras," komentar salah satu warganet.
"Kerja lembur bagai kuda, kuda juga ambruk kalo kelamaan lembur," tulis warganet lainnya.
"Ini masuk dalam ekploitasi hewan, perlu kuda dikasih istirahat," timpal warganet lain.
Peristiwa ini kembali membuka diskusi publik mengenai keberadaan andong sebagai ikon wisata Yogyakarta. Di satu sisi, andong menjadi bagian dari tradisi dan sumber penghidupan bagi kusir. Namun di sisi lain, publik menilai perlu adanya pengelolaan yang lebih manusiawi agar kesehatan kuda tetap terjaga, terutama di tengah kepadatan wisata.



