Penjelasan Polri Soal Penangkapan Wartawan di Morowali Terkait Pembakaran Kantor

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

Polisi menjelaskan soal penangkapan seorang berinisial R yang disebut sebagai seorang wartawan. R ditangkap terkait dengan pembakaran yang terjadi di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain menegaskan, penangkapan terhadap R murni merupakan tindak lanjut dari perbuatan pidana yang dilakukannya. Sehingga tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya sebagai wartawan.

“Penanganan kasus ini sama sekali tidak berkaitan dengan profesi yang bersangkutan sebagai jurnalis. Ini murni penegakan hukum terkait dugaan tindak pidana pembakaran di kantor RCP di Desa Torete,” kata Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/1).

Ia menjelaskan proses penangkapan dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik telah mengumpulkan lebih dari dua alat bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana tersebut.

Alat bukti yang dikantongi penyidik antara lain keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukannya sisa bom molotov, serta rekaman video yang memperlihatkan perbuatan pelemparan api.

Karena itu, Zulkarnain juga meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada kepolisian dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.

“Kami menjamin proses penyidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Morowali Herdianto Marsuki. Ia menegaskan peristiwa tersebut merupakan tindak kriminal murni.

“Setelah kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dapat kami sampaikan bahwa kasus ini murni perkara pidana pembakaran yang terjadi di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang berkembang di media,” ujarnya.

Ia juga menyatakan kepercayaan penuh kepada Polri, khususnya Polres Morowali, untuk menangani perkara tersebut secara transparan dan tetap mengedepankan prinsip humanis.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri menjunjung tinggi dan menghormati profesi jurnalis sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

“Polri menegaskan kasus ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan profesi yang bersangkutan sebagai jurnalis. Penanganan dilakukan murni berdasarkan dugaan tindak pidana yang terjadi berdasarkan dari laporan perkembangan Polres Morowali,” tegas Brigjen Trunoyudo.

Sebagai bentuk komitmen Polri, Trunoyudo telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Totok Suryanto terkait tersebut ini. Dia menjelaskan ini bukan perkara yang berkaitan dengan profesi jurnalistik.

“Langkah ini kami lakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik dan untuk menegaskan bahwa Polri sangat menghormati kebebasan pers serta profesi jurnalis,” tutupnya.

Dalam akun instagram Divisi Humas Polri @divisihumaspolri, ada video yang menunjukkan seorang pria yang tengah melemparkan bom molotov ke dalam ruangan kantor RCP. Tak lama kemudian, api langsung membesar dan membakar seisi RCP.

"Penangkapan tersangka R oleh Polres Morowali ditegaskan sebagai penegakan hukum yang objektif dan berdiri di atas fakta," tulis akun Divisi Humas Polri.

"Polisi tetap menjunjung tinggi kebebasan pers dan menghormati kerja jurnalistik sebagai pilar demokrasi, sembari menjamin proses penyidikan yang transparan, profesional dan berkeadilan," tambah dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DJ Donny Tantang Pelaku Teror: Jangan Intimidasi, Bungkam Kami dengan Kebijakan Pro Rakyat | ROSI
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
AS Akan Jual Minyak Venezuela ‘Tanpa Batas Waktu’
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Siapkan Tawaran untuk Beli Greenland dari Denmark
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Ditutup Koreksi 0,22% Usai Tembus 9.000, Big Caps DSSA hingga UNVR Tetap Melaju
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Tuju Wali Wali Resmikan Pabrik Aspal Panas
• 17 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.