jpnn.com, JAKARTA - Mantan Deputy Chief of Mission KBRI Beijing, PLE Priatna mengusulkan nama Kepala Pusat Kajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Pusjianmar Seskoal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Salim diangkat masuk dalam jajaran Kabinet Merah Putih minimal sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI.
Menurut Priatna, Laksma Salim memiliki kemampuan untuk membantu di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
BACA JUGA: Wamenlu Puji Kinerja BAZNAS dalam Bantuan Sosial & Kepedulian Palestina
Priatna menyampaikan hal itu saat Konferensi Pers Awal Tahun 2026 yang digelar The National Maritime Institute (Namarin) di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Priatna menjadi narasumber bersama Laksma TNI Salim, dan Pakar Pelabuhan ?Wahyono Bimarso serta Direktur Eksekutif Namarin Siswanto Rusdi.
BACA JUGA: Wamenlu Tekankan Pentingnya Koordinasi Bantuan bagi Palestina
Lebih lanjut, Priatna menegaskan kebijakan luar negeri harus sinkron dengan strategi maritim yang dirumuskan pemerintah.
“Kebijakan luar negeri kita harus related dengan kebijakan maritim, termasuk pertahanan dan keamanan maritimnya. Sehingga dalam ekonomi maritim kita juga bisa bersaing di tengah dinamika global,” ucap Priatna.
BACA JUGA: Soal Pengiriman Pasukan ke Gaza, Legislator PDIP Minta Kemlu Hati-hati Mengkaji Opsi
Sementara itu, Laksma TNI Salim yang merupakan alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) Tahun 1995 ini memaparkan analisis kondisi geopolitik dan keamanan maritim saat ini.
“Meningkatnya kompleksitas dan ketidakpastian lingkungan maritim global sekarang ini dipengaruhi banyak faktor. Domain maritim sebagai penggerak utama ekonomi dan keamanan global ini sangat penting,” ujar Salim.
Menurut Salim, faktor yang memengaruhi lingkungan global di antaranya hegemoni kekuatan antara Amerika Serikat dan China di kawasan.
Teranyar soal invasi AS ke Venezuela. Kemudian potensi konflik yang bakal menyusul ialah ketegangan antara China dan Taiwan di Kawasan Indo-Pasifik.
“Kita harus mempersiapkan strategi maritim yang juga mencakup kebijakan pertahanan dan keamanan maritim yang mumpuni sekaligus ditopang oleh teknologi maritim yang memadai. Kita di TNI AL sudah merumuskan itu,” tegas Salim.
Untuk diketahui, Laksma TNI Salim pernah menjabat Paban III Sistem dan Metodologi Direktorat Doktrin Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal), Komandan Satrol Lantamal III Jakarta, dan Direktur Pendidikan Akademi Angkatan Laut.
Salim juga tampil menjadi pembicara di dalam maupun luar negeri terkait isu keamanan maritim dan atau pembangunan maritim.
Selain itu, produk dalam menulis buku. Salah satu bukunya berjudul “Sang Nakhoda – Ketika Aku Mimpi Jadi Presiden.” (fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




