Perkuat Layanan Penyakit Infeksi, Rumah Sakit Universitas Brawijaya Resmikan Infectious Disease Center

suarasurabaya.net
16 jam lalu
Cover Berita

Pandemi Covid-19 menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan harus selalu siaga, meski krisis itu telah mereda. Hal ini, juga berlaku untu ancaman penyakit menular lainnya.

Kesadaran ini, sekaligus mendorong Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) Malang untuk memperkuat layanan kesehatan dengan meresmikan Infectious Disease Center.

Dr dr Viera Wardhani Direktur RSUB menerangkan, Infectious Disease Center merupakan fasilitas khusus yang dirancang untuk
memperkuat layanan penyakit infeksi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan wabah di Jawa Timur (Jatim).

“Infectious Disease Center ini juga merupakan bagian dari pengembangan yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi dengan pendanaan dari Uni Eropa yaitu berupa hibah,” katanya kepada suarasurabaya.net, Sabtu (10/1/2026).

Layanan ini, nantinya bukan hanya sebagai fasilitas pendukung rumah sakit tapi juga diharapkan mampu mengembangkan penelitian terkait infeksi.

Meski memiliki sejumlah fasilitas yang sama dengan rumah sakit lain, namun di Infectious Disease Center akan fokus dalam pelayanan pada penularan dengan airborne disease.

“Jadi untuk IGD kita siapkan seperti rumah sakit pada umumnya. Tapi kita juga memberikan pelayanan pada penyakit menular tidak melalui udara. Di antaranya termasuk kita mengantisipasi untuk penyakit yang akan tumbuh baru,” jelasnya.

Dr Viera menambahkan, Infectious Disease Center di RSUB ini memang bukan yang pertama di Indonesia. Sebelumnya telah ada satu rumah sakit rujukan nasional yakni, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso dan untuk skala provinsi ada di RSUD Dr. Saiful Anwar.

“Nah, yang belum adalah bagaimana kita membuat tidak hanya satu, tapi level berikutnya untuk pelayanan yang berbasis pengelolaan penyakit infeksi,” tambahnya.

Ke depan, dia berharap Infectious Disease Center di RSUB bisa menjadi bagian dari pusat rujukan untuk pelayanan infeksi, tidak hanya di Malang Raya tapi juga di Jawa Timur.

“Dan yang paling penting tidak hanya untuk melayani, tapi kita juga melakukan kajian, yang hasil risetnya akan berkembang. Sehingga kita mampu mendeteksi lebih dini dan bisa memprediksi jika terjadi munculnya penyakit-penyakit infeksi di masyarakat,” tutupnya. (kir/saf/faz)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tegas! PDIP Bakal Pecat Kader yang Terbukti Korupsi
• 23 jam laluharianfajar
thumb
5 Investor Baru Garap Kawasan Kuliner hingga Perkantoran di IKN, Dimulai Pertengahan 2026
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Tiang Monorel di Rasuna Said Segera Dibongkar, Asia Afrika Kapan?
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Temui Erdogan, Menlu soroti peningkatan kerja sama ekonomi
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Jokowi, Heru Subagia: Ini Sebuah Pengkhianatan yang Menjijikkan
• 23 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.