AWAL pekan lalu masyarakat dikagetkan dengan viralnya video tumpukan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh. Hal itu rupanya juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Berbagai paket bantuan belum sepenuhnya menjangkau warga terdampak bencana. Tumpukan bantuan tersebut didominasi bahan kebutuhan pokok serta pakaian layak pakai yang terus berdatangan dari pemerintah, lembaga sosial, hingga masyarakat.
Sejak beberapa hari terakhir, Gedung Nasional Tarutung difungsikan sebagai pusat penampungan sekaligus gudang logistik bencana. Padahal saat ini ribuan masyarakat masih menunggu uluran tangan pemerintah dalam upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 silam.
Baca juga : BPBD Bireuen Tumpuk Bantuan di Gudang, Masyarakat Kecewa
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Utara, Budiman Gultom, mengatakan penyaluran bantuan masih menunggu rampungnya pendataan korban di sejumlah wilayah terdampak.
“Gedung Nasional saat ini menjadi gudang bantuan bencana. Bantuan yang masuk berupa bahan kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Budiman Gultom kepada Media Indonesia, Rabu (14/1).
Ia menegaskan, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan tidak salah sasaran. Pendataan yang matang diperlukan untuk memastikan setiap korban menerima bantuan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
“Kami berharap pendataan segera selesai sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat guna dan tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, warga terdampak masih berharap proses distribusi dapat dipercepat. Pasalnya, sebagian korban masih bertahan di lokasi pengungsian dengan keterbatasan kebutuhan sehari-hari pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. (JH/E-4)



